Saturday, September 28, 2013

Europe Trip: Persiapan

Saya dan keluarga berfoto di Eiffel Tower

Eropa...
Apa yang kalian bayangkan jika mendengar kata ini? Kebanyakan dari kita pasti langsung terbayang orang-orang kulit putih yang kita sebut 'bule', kota-kota yang cantik dengan bangunan tua yang tertata rapi dan terawat, kota yang bersih, negara-negara yang maju, dsb. Banyak sekali orang Indonesia yang ingin pergi kesana, mungkin benua eropa adalah destinasi kedua setelah Mekah yang ingin didatangi oleh orang Indonesia.

Alhamdulillah.. beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk berlibur kesana selama 2 minggu. Mulai dari tanggal 12-25 September 2013. Saya ingin berbagi pengalaman saya selama disana. Saya akan memberikan beberapa tips untuk mempersiapkan perjalanan dan selama di perjalanan dan juga harga akomodasi dan transportasi untuk patokan kalian yang akan berlibur ke eropa juga. Cerita tentang pengalaman saya akan saya bagi dalam beberapa postingan dengan judul "Europe Trip".

Rencana untuk berlibur ke eropa ini sudah dibuat oleh orang tua saya dari awal tahun ini. Ibu saya dijadwalkan akan menghadiri seminar di Bercelona pada bulan September ini ditemani oleh ayah saya, kemudian dia membuat ide untuk sekalian berlibur ke beberapa negara di eropa sebelum menghadiri seminar di Barcelona. Saya berlibur ke eropa bersama orang tua saya dan 3 orang sepupu saya, semuanya wanita, jadi hanya saya dan ayah saya saja yang pria di kelompok liburan kami. Tipe perjalanan kami semi-backpacker untuk menghemat biaya. Kami tidak bisa menjadi backpacker beneran karena kalian tahu lah wanita, gak bisa bawa tas cuma 1. Waktu berangkat aja koper-koper mereka udah penuh banget, ditambah lagi nanti mereka bakal belanja barang-barang selama disana, hmmpphh....

Saran saya jika dikelompok liburan kalian ada wanita, entah itu seorang atau beberapa orang, jika kalian ingin berlibur ala backpacker, buat perjanjian boleh bawa hanya 1 tas dan tidak belanja yang "aneh-aneh" selama diperjalanan. Apalagi kalau kalian pake budget airlines untuk berpindah kota, jumlah barang bawaan kalian menjadi hal yang krusial karena kalau kalian bawa barang lebih dari yang kalian beli ketika memesan tiket pesawat, harganya mahal sekali!


Okay, sekarang mulai dari tahap persiapan. Di liburan kali ini saya akan mengunjungi Inggris, Belanda, Jerman, Switzerland dan Perancis. Maka, saya harus menyiapkan 2 visa yaitu Visa Schengen dan Visa United Kingdom. Seperti yang sudah diketahui, Visa Schengen adalah visa untuk memasuki wilayah negara-negara yang tergabung dalam Perjanjian Schengen atau yang disebut dengan Schengen area. Perjanjian Schengen adalah perjanjian tentang izin masuk(migrasi) dengan menggunakan 1 buah surat izin(visa) ke 26 negara yang menanda-tangani perjanjian ini, awalnya hanya 10 negara. Perjanjian ini ditanda-tangani di sebuah desa yang bernama Schengen di Luxemburg pada tanggal 14 Juni 1985. Negara-negara yang tergabung dalam Perjanjian Schengen adalah Austria, Belgium, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Iceland, Italy, Liechtenstein, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Netherlands, Norway, Poland, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spain, Sweden dan Switzerland.

Jadi, kalau kalian ingin mengunjungi beberapa negara yang menjadi anggota perjanjian schengen, kalian cukup bikin 1 visa aja, visa schengen, gak perlu bikin satu per satu. Gimana cara bikinnya? Kalian tinggal datang ke KEDUBES terkait atau perwakilannya yang mengurusi tentang pembuatan visa, kemudian ambil formulir visa schengen dan minta daftar persyaratan yang harus kalian penuhi. Setelah itu isi formulir dan penuhi syarat-syaratnya, kembalikan formulir dan persyaratannya ke KEDUBES atau kantor perwakilannya dan kemudian tunggu prosesnya selesai. Biasanya kalau visa sudah siap diambil atau ada sesuatu yang harus kalian lampirkan lagi kalian akan dihubungi oleh KEDUBES terkait/kantor perwakilannya.

Kantor perwakilan? apa itu? Sekarang tidak semua kedutaan besar mengurusi pembuatan visa secara langsung. Beberapa menyerahkannya ke pihak ke 3, seperti VFS. Perusahaan ini berkantor di lantai 22 Plaza Asia(ada yang menyebutnya Plaza Abda) yang terletak di jalan Jend. Sudirman, Jakarta(di seberang FX Plaza). Beberapa negara yang pembuatan visanya diserahkan ke VFS, yaitu UK, Spain, Italy, Denmark, UEA, France dan beberapa negara lagi saya lupa.

Ada 2 hal penting untuk menentukan dimana kalian akan membuat visa schengen. Pertama, negara apa yang akan kalian kunjungi paling lama? dan jika ada negara yang akan kalian kunjungi durasinya sama, negara apa yang dari salah satu negara tersebut yang kalian kunjungi duluan. Contoh dari pengalaman saya begini: Group kami akan melakukan perjalanan selama 2 minggu, 3 hari di UK, 1 hari di Belanda, 3 hari di Jerman, 3 hari di Switzerland dan 1 hari di Perancis, ditambah perjalanan pergi dari dan pulang ke Indonesia yang memakan waktu nyaris 24 jam, maka totalnya pas 14 hari. Urutan diatas sesuai dengan yang ada di itinerary kami. Durasi selama di UK gak usah dipedulikan karena pembuatan visanya berbeda. Durasi kunjungan kami di Jerman dan Switzerland sama, 3 hari, jadi saya dan sepupu-sepupu saya bisa bikin visa schengen di antara 2 KEDUBES negara-negara ini. Kemudian lihat urutan kunjungan, kami mengunjungi Jerman terlebih dahulu, maka saya membuat visa schengen di KEDUBES Jerman. Awalnya saya tidak tahu tentang aturan ini, karena membuat appointment untuk menyerahkan pengajuan visa di KEDUBES Switzerland lebih mudah maka saya mendatangi KEDUBES Switzerland. Sesampainya disana, petugasnya baru bilang tentang peraturan kedua untuk membuat visa schengen. Akhirnya saya membuat appointment di KEDUBES Jerman. Jangan melakukan kesalahan yang sama, apalagi bagi kalian yang tinggal diluar Jabotabek dan Bandung, dan kalian bekerja, karena kalian akan mengeluarkan biaya transportasi yang lebih banyak.

Itinerary

Ada yang bilang kalo bikin visa di KEDUBES ini ribet, di KEDUBES itu susah banget, dsb. Sebenarnya tidak ada yang susah atau ribet kalo kalian tanya dengan detil persyaratannya. Tinggal ikutin aja, gak usah ngebantah, pasti lancar urusannya. Kalo ada petugas di KEDUBES nya yang jutek, biarin aja, jangan dilawan, ntar kalian malah dibikin ribet sama orang itu. Berikut ini persyaratan untuk membuat visa schengen di KEDUBES Jerman untuk kunjungan singkat(dibawah 3 bulan):
  • Menghadap sendiri
  • Pasfoto Biometrik(ukuran 3,5x4,5 cm 80% wajah, berwarna dengan latar belakang putih/abu-abu muda)
  • Formulir diisi lengkap+tanda tangan pemohon
  • Lembar perjalanan Schengen+lembar pernyataan tambahan
  • Surat sponsor resmi yang dikeluarkan oleh kantor migrasi di Jerman yang asli dan fotokopi
  • Undangan dari Jerman yang tidak resmi, fotokopi pasport dan ijin tinggal pengundang
  • Undangan dari mitra bisnis di Jerman
  • Invoice, stand confirmation dan bukti pembayaran stand bagi peserta pameran
  • Tiket masuk pameran
  • Konfirmasi hotel langsung dari hotel di Jerman dengan alamat lengkap dan no. Reservasi termasuk reservasi hotel di negara Schengen lainnya.
  • Surat sponsor dan keterangan kerja di Indonesia yang asli
  • Surat keterangan dari sekolah/universitas
  • Itinerary/Flight Schedule(+fotokopi)
  • Asuransi perjalanan(+fotokopi): menanggung paling sedikit 30.000 euro.
  • Bukti keuangan pribadi/perusahaan 3 bulan terakhir(+fotokopi)
  • Akte perkawinan(+fotokopi)
  • Akte kelahiran anak(+fotokopi)
  • Akte perceraian(+fotokopi)+keputusan cerai dari pengadilan dengan hak asuh anak(+fotokopi)
  • Tandatangan kedua orang tua+KTP kedua orang tua(+fotokopi)
  • KITAS/KITAP(+fotokopi)
  • Biaya Visa Rp. 830.000,-

Orang tua saya tidak membuat visa schengen di KEDUEBS Jerman seperti saya dan sepupu-sepupu saya, karena urusan mereka dan mereka akan tinggal lebih lama di Spanyol. Total biaya pembuatan visa schegen di VFS Spain adalah Rp 1.007.000,- (Visa fee: Rp 757.000; Logistic fee: Rp 250.000)
Persyaratan untuk bikin visa schengen di VFS Spain adalah:

1.2 lembar formulir reguler aplikasi visa Schengen, semua kolom diisi lengkap dan ditandatangani oleh pemohon Visa - atau, jika umur pemohon kurang dari 18 tahun formulir ditanda tangani oleh orang tua atau wali - (di halaman 3 dan 4) dan foto berwarna latar belakang putih dengan kualitas foto yang baik berukuran 3x4, dengan wajah menghadap kedepan. Tempelkan foto di kanan atas formulir yang sudah disediakan.
2.Paspor dengan masa berlaku minimal 3 bulan dihitung dari tanggal habis berlaku visa serta fotokopinya. Paspor harus memiliki minimal dua halaman kosong dan dikeluarkan sepuluh tahun terakhir.
3.Paspor yang masih berlaku atau dibatalkan, jika pemohon masih memegangnya.
4.Fotokopi identitas pemohon: KTP dan Kartu keluarga (untuk Warga Negara Indonesia).
5.Asuransi kesehatan segala resiko selama kunjungan ke wilayah Negara-negara Shengen ditambah 15 hari (masa tenggang yang diterapkan dalam pasal 24 peraturan Visa) berlaku untuk seluruh Negara Schengen dengan nilai minimal 30.000 euros. Asuransi tersebut harus mencakup baik bantuan medis darurat atau perawatan gawat darurat di rumah sakit maupun repatriasi karena alesan kesehatan atau kematian. Karena sebagian besar perjalanan adalah untuk durasi sekitar 2 minggu, Kedutaan Spanyol mengeluarkan visa berlaku selama 1 bulan, 30 hari. Dengan demikian,asuransi perjalanan medis harus berlaku selama 30 hari.
6.Bagi pemohon yang berumur kurang dari 18 tahun, diperlukan izin notaris dari kedua orang tua – atau izin dari pemegang hak asuh dalam hal bepergian sendiri atau dari ayah/ibu yang tidak ikut bersamanya. Fotokopi akta kelahiran pemohon yang di bawah umur serta fotokopi kartu tanda penduduk atau paspor orang tua.
7.Bukti pemesanan tempat tinggal di Spanyol (persyaratan yang dapat dipenuhi denagn mengajukan dokumen berikut: KONFIRMASI pemesanan hotel dengan tercantum nomor pemesanan/kontrak sewa apartemen atau rumah, surat undangan dari seorang warga Spanyol atau seseorang dengan izin tinggal di Spanyol yang dibuat di kantor Polisi, dll). Untuk selama kunjungan di Spanyol dan di semua Negara Schengen yang akan dikunjungi. (Untuk transit, hanya perlu bukti tempat tinggal apabila terpaksa menginap di Spanyol)
8.Jika permohonan Visa dilakukan oleh perwakilan harus diseratkan surat kuasa bermatrai dengan alasan perwakilan dan fotokopi ID/KTP kedua belah pihak.
9.Bukti pemesanan tiket pulang pergi di mana tercantum nomor penumpang atau nomor booking dan rute perjalanan.
10.Jaminan keuangan: sertifikat kerja dari pemohon dimana tertulis jabatan serta gaji, atau kopi kontrak kerja yang dilegalisir dan slip gaji 3 bulan terakhir; surat keterangan Bank dimana tercantum saldo rekening atau laporan keuangan dengan transaksi 3 bulan terakhir.
11.Ketersediaan dana (untuk tahun 2013: minimal 580,77 Euro per orang, jika tinggal lebih lama dari 9 hari, tambahkan 64,53 Euro untuk setiap harinya) pembuktian ketersedian dana: fotokopi kartu kredit pemohon yang disertai fotokopi rekening Koran kartu tersebut (tidak terima cetakan internet); cek pelancong; bukti pembelian valuta asing.
12.Untuk semua pelamar WNA izin tinggal di Indonesia yang berlaku minimal 6 bulan terhitung dari tanggal permohonan visa serta fotokopinya.

Kalian tidak bisa berpatokan 100% terhadap rincian yang saya berikan. Setiap negara meminta syarat yang berbeda, kebanyakan point-pointnya sama tapi ada juga yang berbeda, mungkin juga ada peraturan yang sudah berubah. Ada juga point-point yang tidak perlu kalian penuhi, tergantung tujuan kalian. Jadi dikonfirmasikan lagi ke pihak KEDUBES nya sebelum mengajukan permohonan visa. Sedangkan untuk bikin visa UK, persyaratannya tegantung dari jenis visa yang akan dibuat, ada banyak jenisnya, ada visa turis, pelajar, izin tinggal lama, kunjungan bisnis, berobat, dll, persyaratannya berbeda-beda, untuk info lengkapnya liat di website VFS UK di bagian persyaratan. Disini saya akan berikan syarat-syarat untuk visa turis:
  • Passport yang masih valid dan passport yang sebelumnya(jika sudah ganti passport)
  • Foto passport ukutan 3,5 x 4,5 cm berlatar belakang putih(lihat photo guidance)
  • Surat nikah
  • Surat keterangan kerja atau pelajar
  • Slip gaji
  • Bank statement/letter yang menunjukan aktifitas bank account kita selama 6 bulan terakhir
  • Itinerary, termasuk bukti bookingan pesawat pulang-pergi dari Indonesia, bukti bookingan hotel, bukti bookingan moda transportasi(kalo mau jalan-jalan keliling UK) dan jasa tour(kalo pake tour).
  • Mengisi formulir aplikasi
  • Biaya visa Rp 1.440.000,-
  • Supproting letter(kalo ada temen disana bisa minta dibuatin ini untuk mempermudah pembuatan visa, kalo gak ada juga gak papa.)


Durasi untuk pembuatan visa UK 14 hari dari hari penyerahan aplikasi dan visa schengen rata-rata 3-4 hari. Untuk membuat appointment, sangat tidak disarankan untuk bikin mepet-mepet dari waktu penyerahan yang kita inginkan. Karena kalian rebutan dengan applicants lainnya untuk membuat appointment. Saran saya buat appointment 2 minggu sebelum waktu yang kalian inginkan. Jika halaman website untuk bikin appointment munculnya error, itu berarti lagi banyak yang buat appointment. Tungguin aja sampe muncul pilihan tanggal untuk bikin appointment-nya. Di VFS UK dan KEDUBES Jerman tiap applicant harus datang sendiri untuk menyerahkan permohonan, sedangkan di VFS Spain bisa diwakilkan oleh orang lain. Ini juga hal yang penting, kalo sudah bikin appointment jangan telat/tidak datang. Di VFS UK kalian akan di black list kalo gak hadir di waktu janjian. kalo di beberapa KEDUBES untuk bikin visa schengen kalian gak di black list sih.  Untuk pengambilan visa bisa diwakilkan oleh orang lain dengan membawa bukti pembayaran(VFS UK dan Spain) dan membawa surat kuasa(KEDUBES Jerman).


Setelah semua visa sudah didapatkan, sekarang saatnya packing!
Selama perjalanan kemarin, saya hanya membawa 6 pasang baju, 1 buah jaket dan 3 pasang kaos kaki termasuk yang saya pakai untuk berangkat karena disana bisa mencuci. Pada bulan september eropa sudah di akhir musim panas, memasuki musim gugur, jadi anginnya dingin tapi mataharinya masih hangat sekali. Penting untuk memperhatikan kondisi cuaca di negara tujuan kita agar kita tidak salah kostum. Untuk memaksimalkan ruang di dalam koper saya, saya memasukan baju saya ke dalam plastik untuk baju kemudian saya vacum.

Selain itu saya juga membawa kamera DSLR, netbook untuk menyimpan foto-foto ketika memory kamera penuh, handphone, passport(jangan sampe ketinggalan nih), jam tangan, iPod, sunglasses, kamus 3 bahasa(karena orang jerman kebanyakan tidak bisa bahasa inggris, jadi ini akan menolong. Kalo device kalian Galaxy S4 kayaknya gak perlu bawa kamus lagi deh, tinggal pake feature translatornya aja), dompet dan peralatan mandi. Untuk hal yang besifat liquid(parfume, shampoo, sabun, odol, dsb.) jangan bawa lebih dari 100 ml dan di taro di dalam plastik, kalo mau ditaro di tas yang masuk ke cabin pesawat, kalo kalian bawa lebih dari itu bakal disita di migrasi bandara.

Untuk makanan, sebenernya makanan disana cukup murah, sekitar 2-5 euro sekali makan, tapi ada juga sih yang sampe 10 euro kalo porsinya gede banget. Untuk ukuran orang indonesia, menurut saya porsi makanan seharga 2-5 euro itu udah ngeyangin banget. Kalo kalian beli yang seharga 10 euro, mungkin bisa berbagi dengan teman yang lain. Kalo kalian mau sedikit lebih hemat lagi, bawa makan sendiri bisa aja, kayak indomie atau nasi instan, tapi bawa secukupnya aja, jangan sampe kelebihan bawaan cuma gara-gara makanan.

Well, itu semua persiapan yang saya lakukan untuk melakukan perjalanan ke eropa. Walaupun waktu ngurus visanya agak ribet karena belum tahu semua aturannya, tapi worth it lah sama pengalaman yang bakal didapetin. Sekarang tinggal berangkat deh!

Europe Trip: Kota London Yang Tertata Rapi

1. Tiba di London
12-13 Sept 2013
Airbus A300 Kuwait City-London
Kami berangkat ke London menggunakan maskapai Kuwait Airways, dengan tiket seharga USD 474.80(1 USD= IDR 10.042) per orangnya. Setelah melakukan perjalanan selama 20 jam perjalanan ditambah transit 6 jam di Kuwait City, akhirnya kami sampai di London Heathrow Airport pada jam 5 sore(GMT+0). Kami berangkat dari Indonesia hanya ber-5, di Heathrow kami bertemu dengan seorang sepupu yang sudah duluan sampai, dia berangkat dari Kuala Lumpur dengan Malaysia Airlines, akhirnya kami lengkap menjadi 6 orang. Ketika kami sampai dan selama kami berada disana, London selalu diguyur hujan. Waktu baru nyampe di London kami tidak begitu peduli dengan hujannya dan berharap semoga keesokan harinya tidak hujan, yang ada di pikiran kami saat itu hanya menuju ke apartment secepatnya karena kami sudah capek banget. Selama di London kami menyewa sebuah apartment di Commercial Road. Awalnya apartment yang kami sewa berada di Waddington Street, tapi saat kami di Kuwait City kami mendapat kabar kalo apartment yang di Waddington Street sedang tidak bisa dipakai, jadi kami dipindahkan ke apartment yang di Commercial Road, jadi lebih jauh sih dari pusat kota Londonnya. Apartment yang kami sewa seharga GBP 140(1 GBP= IDR 15.400) per harinya, kami menyewa selama 3 hari, dari tanggal 13-15 September 2013.

Setelah mengambil semua bagasi kami keluar dari ruang kedatangan melalui pintu "Nothing To Declare", padahal ada aturan yang kami langgar saat memasuki London. Ada aturan yang menyatakan kami tidak boleh membawa makanan berupa daging dan produk olahannya, dan beberapa peraturan lainnya, tapi ibu saya membawa abon untuk makan karena ibu saya tidak suka memakan makanan eropa yang rasanya beda banget dari makanan Indonesia. Kami selalu keluar dari pintu ini di setiap kedatangan kami di tujuan berikutnya, hahahaha...

Mesin Tiket di Tube Station Heathrow Airport Terminal 4
Kami mencari informasi tentang transportasi untuk menuju apartment dari bandara, ada bus atau tube(kereta bawah tanah). Bus sangat tidak cocok sekali dengan kami karena kami membawa barang yang cukup banyak, untuk berpindah dari satu bus ke bus lainnya akan sangat merepotkan. Akhirnya kami memutuskan menggunakan tube, karena seorang sepupu saya yang pernah tinggal di London meminjami kami 2 buah Oyster Card miliknya. Oyster Card adalah kartu yang digunakan sebagai alat pembayaran tube, ya mirip dengan Flazz Card BCA yang bisa digunakan untuk membayar bus transjakarta(pay as you go), tapi bedanya ini bukan milik bank. Kami membeli 4 buah Oyster Card lagi karena 1 Oyster Card hanya bisa digunakan oleh 1 orang, harga per kartunya GBP 5. Kemudian semua Oyster Card kami top up sebanyak GBP 5. Oyster Card tidak memiliki masa berlaku, jadi bisa digunakan selamanya asal kartunya tidak rusak. Selain untuk membayar tube kartu ini juga bisa digunakan untuk membayar DLR(Docklands Light Railways), kereta National Service dan bus karena kartu ini bagian dari sistem transpotasi London yang disebut Transport for London.

Underground station tube yang ada di bandara Heathrow berada di Lantai -1 sedangkan ruang kedatangan berada di lantai 0 dan ruang keberangkatan berada di lantai 1. Keluar dari pintu kedatangan belok ke kanan, terus lurus melewati sebuah cafe, kemudian belok kanan lagi, disana ada lift yang bisa digunakan untuk ke underground station. Begitu memasuki underground station di sebelah kiri ada mesin seperti mesin ATM di Indonesia yang bisa digunakan untuk membeli dan top up Oyster Card atau karcis tube sekali jalan. Mesin karcis di station ini hanya menerima uang koin atau credit card. Di sebelah kanan pintu masuk station ada sebuah toko yang juga menjual Oyster Card, karena kami tidak memiliki uang koin, maka kami membeli Oyster Card di toko ini.

Peta Jalur Tube, DLR dan National Service
Ini pertama kalinya kami merasakan naik kereta bawah tanah. Rasanya naik kereta ini nyaman banget, keretanya bersih dan terawat, tidak penuh sesak, cepat dan jalurnya mudah dipahami. Selame berada di London kami menggunakan tube sebagai transportasi utama kami. Dari bandara Heathrow kami menggunakan piccadilly line menuju ke stasiun South Kensington untuk transfer ke circle line atau district line menuju ke Tower Hill. Dari stasiun tube Tower Hill kami pindah ke stasiun DLR Tower Gateway untuk menuju ke Limehouse(tempat Commercial Road berada). Jarak antar 2 stasiun ini hanya sekitar 200 meter.

DLR dan tube sama-sama transportasi berbentuk kereta tapi berbeda, kalo tube dibawah tanah dan dikendalikan oleh masinis, sedangkan DLR berada diatas tanah dan dikendalikan secara otomatis tanpa masinis. Oiya, tempat pembayaran tube dan DLR sama-sama tidak dijaga oleh petugas. Bedanya kalo tempat pembayaran tube ada pintu gerbang didepannya, jadi orang mau gak mau harus bayar jika ingin melewati gerbang tersebut, sedangkan DLR tidak. Tempat pembayarannya hanya berupa tiang pendek tanpa gerbang pembatas, kalo orang mau gak bayar pun tidak ada yang lihat sebenarnya, tapi begitu dia ketahuan tidak mebayar saat pemeriksaan di kereta, dia akan dikenakan denda GBP 80, jadi mendingan orang berbuat jujur dari pada di denda sebesar itu. Dari hal ini saja sudah bisa membuat saya kagum. Selama diperjalanan kami banyak ditawari bantuan untuk membawa barang-barang kami oleh orang-orang yang melintas, "Do you need help?" they said. tapi kami menolak secara halus, karena kami masih sanggup membawa sendiri.

Apple Apartment tempat kami tinggal di London
Setelah keluar dari stasiun DLR Limehouse cerita hari itu belum berakhir. Kami buta sama sekali tentang daerah tempat apartment kami berada. Kami tidak tahu dimana letak persis apartment kami, jadi kami harus mencari dengan membawa bawaan yang banyak dan diguyur oleh hujan yang cukup deras. Untung ada bantuan lagi yang datang, seorang tukang pengantar pizza yang baik membantu kami menemukan apartment yang kami cari. Sesampainya di lokasi masih ada masalah lagi, kami belum menerima kunci apartment, jadi kami tidak bisa masuk. Kami bertanya tentang kunci apartment ke satpam yang jaga, katanya kami harus menghubungi pihak management apartment untuk mendapatkan kuncinya. Kami tidak bisa menghubungi pihak management karena kami tidak punya nomer lokal UK. Akhirnya satpam tersebut meminjamkan kedua smartphonenya untuk menghubungi pihak management. Pihak managemant apartment pun bisa dihubungi dan kami bisa masuk ke apartment kami pada jam 10 malam. Akhirnya kami bisa beristirahat juga, kalo gak ada bantuan dari pengantar pizza dan satpam itu kami mungkin masih terlantar gak jelas..hahahaha... Thanks a lot to you guys!

------o0o------

2. Insiden Passport Hilang
14 Sept 2013

Keesokan paginya, sekitar jam 6, kota London sudah terang, tapi langit masih mendung, suhu udara masih dingin. Walaupun begitu saya merasa semangat untuk menjalani hari pertama liburan ini. Saya, ibu saya dan seorang sepupu saya berjalanan-jalan di sekitar tempat tinggal kami. Apartment kami terletak di dekat pelabuhan kapal-kapal kecil. Daerah dekat pelabuhan ini bau nya aneh, tidak terlalu amis, tapi tetap saja kurang enak di hidung. Kata sepupu saya kota Paris nanti lebih amis lagi bau nya dari ini, oh god! Setelah berjalan-jalan kami mampir ke sebuah minimarket membeli roti, buah-buahan dan coklat, untuk sarapan. Di minimarket ini ada tempat membayar yang dijaga oleh kasir dan tempat membayar mandiri(tidak di jaga oleh kasir) yang menggunakan credit card.

Setelah sarapan dan mandi, kami keluar dari apartment sekitar jam 9-an untuk mulai jalan-jalan. Tapi tunggu, ada yang aneh dengan pintu apartmentnya. Ketika kunci diputar untuk mengunci pintu, pintunya tidak terkunci! Kami semua bingung. Saya dan ayah saya mencoba mencari cara untuk mengunci pintu dengan semua kemungkinan yang kami tahu. Setelah 30 menit mencoba mengunci pintu, tetapi gagal juga, akhirnya kami meninggalkan apartment tanpa mengunci pintunya, berharap gak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami menuju ke stasiun DLR untuk ke Tower Hill.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah London Wall yang berada di South Kensington. London Wall adalah bekas tembok benteng kota London pada jaman kerajaan romawi. Di dekatnya ada patung Julius Caesar. Kemudian ada Tower of London dan Tower Bridge. Tower of London adalah sebuah benteng dari abad pertengahan(medieval era). Warisan budaya ini sangat terawat dan rapi. Rumput di lapangan di sekitar istananya pendek dan berwarna hijau. Kami ingin masuk ke sana, tapi harga tiketnya lumayan mahal, sekitar hampir GBP 30. Seorang sepupu saya mengingatkan kami bisa membeli London Pass biar bisa masuk ke tempat-tempat wisata secara gratis. kami mencari tempat yang menjual London Pass di sekitar Tower of London, dan kami menemukannya di Tower Vaults. Harganya sekitar GBP 64, berlaku untuk 2 hari.

White Tower di area Tower of London
Di dalam Tower of London ada sebuah museum koin, kamar dan singgasana King Edward, ruang pameran mahkota raja-raja jaman dulu, catapult, ruang pameran alat-alat penyiksaan tawanan, ada juga sebuah pertunjukan untuk anak-anak yang di lakukan oleh para actor dan actress di tempat terbuka dengan menggunakan beberapa wilayah di benteng ini, dsb. Kalian bisa mengelilingi benteng ini dengan berjalan diatas temboknya pertahanannya(Wall Walk). Benteng ini juga dijaga oleh penjaga dari kerajaan inggris yang terkenal itu, dengan topi berbulu hitam dan tinggi, baju seragam berwarna merah dan hitam. Awalnya saya kira itu hanya patung, karena dia hanya diam saja di pos jaganya, walaupun para turis berfoto di depannya dia tetap tidak bergerak. Sampai saatnya ganti shift. Dua orang penjaga lainnya datang menghampiri dan mereka melakukan semacam upacara kecil untuk ganti shift. Para turis mengelilingi mereka(termasuk rombongan saya) sangat dekat. Setelah upacara selesai, mereka mau pergi tapi tidak bisa karena terhalang para turis. Akhirnya salah satu dari mereka teriak, "make a way!" Kami semua kaget dan memberikan jalan. Semua orang tertawa karena teriakan orang itu yang mengagetkan kami..hahaha


Setelah dari Tower of London kami melakukan tour di River Thames dengan menggunakan sebuah boat. Kami melakukan tour ini secara gratis karena menggunakan London Pass. Selama di boat tour guide kami menjelaskan tempat-tempat yang kami lewati, ada London Bridge yang terkenal itu dan beberapa jembatan lainnya, dermaga-dermaga, Southern Check Point, Theater William Shakespeare, London Eye dan Big Ben. Kami berhenti di Westminster Pier. Kami menuju ke Parliament House untuk melihat dan memfoto Big Ben dari dekat. Di daerah ini sangat ramai oleh turis, gak heran sih, secara ini ikon kota London. Ada juga para demonstran yang menuntut kesamaan hak warga sipil tanpa memandang suku, ras dan agama (SARA). Mereka membuat daerah Parliament House ini semakin padat dan menjadi tontonan para turis.


Berhati-hati lah di daerah wisata yang padat seperti ini, karena ada saja orang yang mencari kesempatan untuk berbuat jahat. Dompet salah seorang sepupu saya hilang di daerah ini. Isinya uang cash, passport dan beberapa kartu identitas lainnya. Dia baru sadar dompetnya hilang waktu kami lagi mengantri beli tiket London Eye. Akhirnya kami membatalkan rencana untuk naik London Eye dan mencari kantor polisi terdekat. Sayangnya kantor polisi itu tutup hari sabtu, tapi di pintunya ada pengumuman yang memberi tahu bahwa Walworth Police Station tetap buka hari ini, jadi kami menuju kesana. Tempatnya lumayan jauh dari lokasi London Eye dan susah sekali dicari. Kami mencari kantor polisi itu sampai jam 5 sore. Untung aja ketemu. Sesampainya di kantor polisi kami hanya mengisi formulir laporan kehilangan dan disuruh menghubungi KEDUBES Indonesia di London. Waduh! KEDUBES weekend gini kan pasti tutup. Tapi kami tetap mencoba mengubungi KEDUBES dari telefon umum. Berhasil, ada petugas yang menjawab telefon kami, tapi kata dia petugas yang biasa mengurus passport lagi keluar kota. Sial lagi deh! Akhirnya kami memberikan nomer telefon lokal UK yang kami ke dia, biar enak kontakannya. Kami sampai meminta bantuan seorang sepupu jauh yang tinggal di London dan seorang sepupu yang pernah tinggal di London(sekarang tinggal di Jakarta) biar dapet kontak orang dalem KEDUBES Indonesia. Masalahnya, jika passport sepupu saya yang hilang ini tidak dapat penggantinya(seenggaknya passport sementara), dia tidak bisa ikut ke Belanda, Jerman, Swiss dan Perancis. Saya dan sepupu-sepupu saya sudah beli tiket untuk pulang ke Indonesia dari Paris. Sepupu saya sudah mempersiapkan kemungkinan terburuknya untuk dipulangkan ke Indonesia dari London. Tapi, untungnya ada orang baik yang menemukan dan ngembaliin passport. Dia seorang police officer dari Kensington Police Station. Kata dia tadi sore petugas kebun kantor polisinya nemuin dompet di kebun kantor, lalu diserahkan ke petugas. Kemudian petugas ini menghubungi kontak yang ada di dompet sepupu saya, yaitu nomer handphone sepupu saya. Malamnya, petugas tersebut datang ke apartment kami untuk mengembalikan passport tersebut. Akhirnya semua bisa sesuai rencana lagi.

------o0o------

3. Menikmati Kota London
15 Sept 2013

Pagi ini saya sudah bangun dari jam 5. Setelah ibadah, saya menyeduh teh panas untuk menghangatkan badan di pagi yang dingin ini, sambil menonton berita. Beberapa saat kemudian saya melihat hal yang aneh di langit. Sebuah benda jatuh dari langit, berwarna merah dan ekornya sangat panjang. "Lihat, ada meteor!" kata saya terkejut. Keluarga saya semua keluar untuk menyaksikan momen yang tidak bisa dilihat setiap hari ini. Kemudian benda itu terlihat menghilang dari langit. Lalu muncul lagi 2 benda seperti itu dari arah yang lain. Saya membatin, "Apa pagi ini ada hujan meteor ya?" Setelah kemunculan beberapa benda serupa dari arah yang berbeda-beda, ayah saya berkata,"Ooo..itu sih bukan meteor, tapi pesawat tempur. Lagi ada latihan pesawat tempur nih." Ternyata, dugaan saya salah, hahaha

Seperti kemarin lagi, kami keluar sekitar jam 9-an. Masalah cara mengunci pintu apartment sudah terpecahkan semalam. Saya penasaran dengan cara mengunci pintu ini, ternyata caranya mudah sekali. Cukup dengan memutar gangang pintu ke atas, "klik!" maka pintu terkunci. Hari ini kami melanjutkan acara kemarin yang terpotong, yaitu naik London Eye! Antrian untuk beli tiket dan masuk ke wahananya panjang sekali. Entah sudah berapa lama kami menantri. Akhirnya giliran kami untuk naik. Di depan rombongan kami ada rombongan dengan orang cacat yang harus mengendarai kursi roda. Yang bikin saya kagum, para petugas wahana telah menyiapkan jalan aga orang yang duduk kursi roda ini bisa segara masuk ke wahana saat tiba kapsul yang kosong. Wahana ini tidak berhenti berputar walaupun ada pengunjung yang naik dan turun dari kapsul. Hebat! sigap sekali para petugas wahana ini membantu orang cacat tersebut.


Dari wahana ini terlihat pemandangan kota London yang sangat luas. Aktifitas di jalan dan sungai Thames yang sibuk terlihat seperti mainan diorama yang di kendalikan oleh seorang operator. Di dalam kapsul ini ada beberapa tablet komputer yang berfungsi sebagai navigator. Kita bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai bangunan yang kita lihat dari dalam kapsul London Eye. Saat berada di wahana ini, ada juga pesawat tempur dari era PD II yang terbang melewati kapsul kami, mungkin saat ini dipakai untuk akrobatik oleh Royal Air Force Kerajaan Britania Raya.

Dari London Eye kami menuju ke Buckingham Palace. Saat itu sedang ada lomba balap sepeda di London dan halaman Buckingham Palace menjadi salah satu jalur yang dilewati untuk perlombaan tersebut. Para pengunjung tidak diperbolehkan masuk melalui pintu depan. Tapi, dari pintu samping sedang ada event yang mengizinkan para pengujung memasuki bagian samping istana. Saat kami tanya ke petugas yang berjaga, tiket masuknya sudah sold out. Bukan rezeki kami ternyata..hahaha

Jadi, kami hanya berkunjung ke museum pakaian para bangsawan dan kereta kuda kerajaan. Di dalam museum-museum ini pengunjung dipinjamkan smartphone yang menjadi navigator dan menjelaskan barang pameran yang ada di depan pengunjung. Menurut saya itu ide yang menarik. Setelah lelah berkeliling museum kami akhirnya pulang ke apartment untuk istirahat dan packing, karena besok pagi-pagi sekali kami harus terbang ke Amsterdam.

------o0o------